Halloween Costume ideas 2015
Latest Post





Untuk Tahun 2017 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah tindak lanjut dari program Guru Pembelajar (GPO). Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi  Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015.

Peta profil hasil UKG menunjukkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu: 1) Moda  Tatap Muka, 2) Moda Daring Murni (online), dan 3) Moda Daring Kombinasi (kombinasi antara tatap muka dengan daring)

Bersama ini kami bagikan kepada Rekan Pendidik Taman Kanak Kanak (TK/PAUD) Modul PKB TK yang meliputi dari kompetensi sebagai berikut :


1.        Kelompok Kompetensi A
Pedagogik : Teori Bermain Anak Usia Dini
Profesional : Merancang Kegiatan Bermain Di TK

2.        Kelompok Kompetensi B
Pedagogik : Teori Bermain Anak Usia Dini
Profesional : Merancang Kegiatan Bermain Di TK

3.        Kelompok Kompetensi C
Pedagogik : Teori Bermain Anak Usia Dini
Profesional : Merancang Kegiatan Bermain Di TK

4.        Kelompok Kompetensi D
Pedagogik : Teori Bermain Anak Usia Dini
Profesional : Merancang Kegiatan Bermain Di TK

5.        Kelompok Kompetensi E
Pedagogik : Teori Bermain Anak Usia Dini
Profesional : Merancang Kegiatan Bermain Di TK

6.        Kelompok Kompetensi F
Pedagogik : Media dan Sumber Belajar TK
Profesional : Bermain Sambil Belajar di TK

7.        Kelompok Kompetensi G
Pedagogik : Komunikasi Efektif TK
Profesional : Merancang Pengembangan Nilai Moral, Agama, Sosial, dan Emosional

8.        Kelompok Kompetensi H
Pedagogik : Konsep dan Penilaian di TK
Profesional : Laporan Perkembangan Anak TK

9.        Kelompok Kompetensi I
Pedagogik : Penelitian Tindakan Kelas di TK
Profesional : Pemanfaatan PTK dalam Mengembangkan di TK

10.    Kelompok Kompetensi J
Pedagogik : Layanan Bantuan Peserta Didik
Profesional : Pengembangan Profesi Guru


Referensi : //kurikulumnasional.net







Kartu Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau disingkat dengan SIM PKB merupakan media atau sarana yang selama ini Nomor Peserta UKG beserta Paswordnya namun setelah kegiatan tidak disimpan bahkan hilang lupa menyimpannya.


Maka dengan ini kami memberikan kemudahan kepada Bapak/Ibu Pendidik untuk mencetak Kartu SIM PKB agar mudah disimpan dan tidak hilang atau pun lupa menyimpannya. Aplikasi Kartu SIM PKB adalah Identitas PTK untuk data dan login pada SIM PKB ini kami informasikan bukan lah buatan dari Kemdikbud tentu saya tidak resmi, namun ini hanya kreasi berupa Kartu sebagai "SOLUSI" bagi yang lupa menyimpan data, karena bentuknya kertas ukuran tak compatible untuk bisa dibawa kemana saja.



Sebagai panduan penggunaan Aplikasi ini silahkan lihat video berikut ini :







Silahkan Download Aplikasi Kartu SIM PKB dengan klik : "DISINI"




Referensi :  //www.gurusd.net




Pada Tahun 2017 pelaksanaan Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Pelatihan Profesi Guru atau dikenal dengan PLPG mengalami perubahan Struktur Kurikulum, yaitu :
1.    “ON” (Pembekalan materi secara daring selama 2 bulan)
2.    “IN” (Tatap Muka 100JP), yang meliputi Laporan Hasil Pembekalan, Pendalaman Materi, Workshop, Peer Teaching dan Ujian Akhir PLPG.
Untuk Persyaratan Peserta, Uji Kompetensi dan Syarat Kelulusan tetap sama dengan tahun 2016.


Adapun maksud dengan Pembekalan Materi PLPG di Tahun 2017 adalah :
a.     Jika dibandingkan dengan Tahap Prakondisi pada tahun 2016, pada Tahap Pembekalan Materi Tahun 2017 dilaksanakan secara terstruktur dan disertai tagihan yang jelas.
b.    Tujuan Pembekalan Materi agar peserta sebelum mengikuti datang ke LPTK untuk mengikuti PLPG Tatap Muka memiliki bekal pengetahuan yang memadai khususnya penguasaan Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional.
c.     Bentuk pembekalan materi adalah peserta sertifikasi yang telah resmi masuk kuota diberi tugas untuk mempelajari secara mandiri dua buah sumber belajar yaitu Sumber Belajar Pedagogik dan Bidang Studi Sebelum PLPG.


Dalam pembekalan awal PLPG merupaka rangkaian kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh peserta PLPG Tahun 2017 dimana setiap peserta mempunyai kewajiban untuk membuat laporan kemajuan sebanyak 4 kali dengan mengumpulkan/mengunggah yang terdiri dari 1 (satu) Laporan untuk Materi Pedagogik dan 3 (tiga) Laporan untuk Materi Bidang Studi yang akan dinilai oleh Mentor sebagai penilai PLPG.


Untuk lebih jelasnya kami sediakan dan silahkan download penjelasannya dibawah ini :







Referensi : //gurusd.net




Guru Pembelajar merupakan sebuah komunitas kelompok kerja tempat para guru untuk mengikuti berbagai pelatihan yang dilakukan secara online atau disebut juga dalam jaringan (daring). Program Guru Pembelajar ini dapat memberikan kemudahan para guru untuk meningkatkan kompetensinya tanpa harus tatap muka dengan para mentor yang memberikan pelatihan hanya cukup menggunakan PC ataupun laptop yang terkoneksi dengan internet bahkan dapat juga melalui Hp Android. Guru akan bisa belajar dan mengikuti pelatihan secara online dari rumah, tapi tentunya si Guru tersebut telah melakukan regestrasi di situs resmi Guru Pembelajar yaitu http://sim.gurupembelajar.id




Beberapa hal yang perlu dipahami terkait dengan Program Guru Pembelajar ini Guru hendaknya mengetahui sebagai berikut :




  1. Istilah Guru Pembelajar atau disingkat dengan GP adalah sebutan kita sebagai guru yang kemudian disebut peserta. Guru pembelajar pada prinsipnya untuk pengembangan keprofesian harus berawal dari guru sendiri bukan dari luar guru atau dinas.
  2. Istilah Daring singkatan dari Dalam Jaringan, sebagai pengganti kata online.
  3. Istilah Luring yaitu Luar Jaringan, ini adalah sebagai pengganti istilah dari offline.
  4. Setiap Guru Pembelajar harus menyelesaikan Modul yang setara dengan 60 JP, 1 JP = 1 x 60 Menit, yang dapat diselesaikan sekitar 1,5 bulan. 60 JP setara dengan nilai 1 dalam Angka Kredit.
  5. Ada 10 Kompetensi yang harus dikuasai guru. Kompetensi yang "warna merah" yang harus diselesaikan oleh guru untuk "diklik" maka akan muncul modul yang harus dikerjakan.
  6. Ketentuan 10 Kompetensi yang "warna merah", adalah :
  • 8 - 10 :  Mengikuti Full Tatap Muka
  • 6 - 7   :  Mengikuti Kombinasi yang terdiri dari Daring dan Tatap Muka
  • 3 - 5   :  Mengikuti Daring
  • 0 - 2  :  Sebagai Pendamping

Untuk lebih jelasnya Bapak dan Ibu Guru sebagai Guru Pembelajar dapat mempelajarinya panduannya yang kami sediakan dibawah ini, silahkan untuk download secara gratis dengan klik judul bukunya :










Guru-guru Taman Kanak Kanak / TK selain harus memiliki modal kerja untuk mendidik peserta didik, juga harus memiliki kriteria tertentu. Perlunya modal kerja kerja seorang Guru TK idealnya adalah seorang profesional yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. Pengertian terdidik disini adalah mereka yang memiliki bekal pendidikan formal. Idealnya Guru TK memiliki kualifikasi akademik minimal berpendidikan Strata 1 (S1) dalam bidang apapun. Namun tak berarti mereka yang berpendidikan setingkat SLTP ataupun SLTA tidak boleh mengajar peserta didik TK karena pada dasarnya yang dibutuhkan seorang Guru TK adalah kemampuan nya yang setingkat sarjana Strata 1 bukan dilihat dari Ijazahnya.

Memang faktanya sebagian besar Guru Pendidikan Anak Usia Dini / PAUD termasuk didalamnya Guru TK belum sarjana. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Direktur Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud RI ibu Ella Yalaelawati seperti di kutip halaman beritasatu.com bahwa jumlah Tenaga Kependidikan PAUD saat ini sebanyak 588.475 orang. 

Dari jumlah tersebut sebanyak 22.972 orang berlatar belakang pendidikan SLTP dan 289.762 berpendidikan SLTA. Kemudian lulusan akademik Diploma sebanyak 75.678 orang dan berpendidikan Strata 1 / S1 sebanyak 196.181 orang selanjutnya Guru dan Tenaga Kependidikan lulusan Strata 2 / S2 terdapat 3.882 orang.

Kriteria lain yaitu terlatih dengan baik, Guru TK haruslah seorang guru yang menguasai teknik mendidik, memiliki pengetahuan tentang cara-cara mendidik maupun membuat rancangan kegiatan (Mingguan dan Harian) dan mampu mengorganisasikan kelas. Dan juga mengetahui cara menghadapi berbagai macam permasalahan anak mulai dari perkelahian antar anak sampai dengan menggiatkan kelompok belajar.

Guru-guru TK niscaya membutuhkan pelatihan-pelatihan untuk mampu mendidik anak-anak usia TK. Pelatihan-pelatihan ini menyangkut penguasaan kurikulum, pengetahuan tentang kompetensi dasar yang mesti dibekalkan ke anak didik. Metode-metode yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kurikulum dan lain-lain. Pelatihan yang paling dibutuhkan tentu saja materi bermain sebagai metode untuk penanaman nilai-nilai yang diharapkan disemaikan dalam jiwa anak-anak TK.

Kriterai lain pengalaman yang kaya dibidangnya. Mereka yang sudah lama menjadi guru TK pasti akan lebih lihai dalam menghadapi anak peserta didik yang masih berusia dini ini dibanding para Guru pemula. Bagaimana cara menangani anak yang pemberontak, perengek, pengganggu dan lain-lain ? Pengalaman yang panjang karena itu diharapkan dalam meningkatkan Kompetensi Guru TK untuk menjalankan tugasnya.

Selanjutnya krteria kecintaan yang tulus pada anak, berminta pada perkembangan anak, bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak, hangat dalam bersikap dan bersedia bermain dengan anak. Kata kuncinya disini adalah mencintai anak, jika rasa cinta pada anak-anak sudah muncul didalam hatinya maka sikap-sikap berikutnya akan mengikut seperti memperhatikan, memedulikan, bersimpati, berempati, sikap hangat dan seterusnya.

Guru TK adalah Guru yang konsisten sekaligus luwes dan licah dalam menghadapi kebutuhan minat dan kemampuan anak.

Kriteria Guru yang Ideal Belum Tentu Dapat Dipenuhi oleh Seorang Guru TK Namun yang Penting adalah Usaha Kearah Itu.




Referensi : //Anggun.PAUD.Kemdikbud//Nugroho, Aktifis Pendidikan






Dalam pelaksanaan Guru Pembelajar pada Tahun 2017 memiliki tahapan atau pun pengelolaan akun individu Guru berdasarkan Teknisnya adalah sebagai berikut :

1.  Pengertian dan Persyaratan Peserta Guru Pembelajar.
2.  Registrasi Peserta.
3.  Login Peserta.
4.  Lakukan Proses Pemutakhiran Data.
5.  Pastikan sudah terdaftar pada Komunitas Pokja (KKG/
     MGMP) masing-masing wilayah.

Untuk Panduan secara Teknis bagi Ketua Komunitas Pokja (KKG/MGMP) adalah :

1.  Aktifasi Peserta Guru Pembelajar.
2.  Resert Password Peserta Guru Pembelajar.
3.  Mendaftarkan Peserta Kedalam Komunitas Pokja
     (KKG/MGMP)


Untuk lebih jelasnya silahkan unduh secara gratis Panduan nya dalam bentuk Words dibawah ini :







Salam PAUD bagi yahnda dan bunda.........

Bagi yahnda dan bunda pendidik di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini / PAUD yang ingin memiliki

Media Pembelajaran berupa Video untuk dalam Proses Pembelajaran di Kelas, disini kami memberi

kan bahan video tersebut.


video



Disini kami menyajikan ada beberapa video sebagai bahan pembelajaran, untuk mendownload

silahkan langsung klik judul video di bawah ini :


1.  AYO BEKERJA

2.  SEHAT KUAT DAN PINTAR

3.  ANAK BERBUDI PEKERTI

4.  ANAK JUJUR ANAK YANG HEBAT

5.  ASYIKNYA BERBAGI

6.  HEMAT

7.  AYO BERAMAL






Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawasan sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat (4) dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan pengwasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikian pengawas sekolah dituntut mempuanyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjelaskan tugas dan kewajibannya.

Untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah kea rah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efesien dan produktif.

Karakteristik yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah yang profesional diantaranya sebagai berikut :
1.      Menampilkan kemampuan pengawasan dalam bentuk kinerja.
2.      Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme.
3.      Melaksanakan tugas kepengawasan secara efektif dan efesien.
4.      Memberikan layanan prima untuk semua pemangku kepentingan.
5.      Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan.
6.      Mengembangkan metode dan stategi kerja kepengawasan secara terus menerus.
7.      Memiliki kapasitas untuk bekerja secara mandiri.
8.      Memiliki tanggung jawab profesi.
9.      Mematuhi kode etik profesi pengawas.
10.  Memiliki komitmen dan manjadi anggota organisasi profesi kepengawasan sekolah.

Sebagai pegangan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial di sekolah, melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan professional guru serta dalam melaksanakan tugas kepengawasan berjalan secara efektif dan efesien maka diterbitkannya lah “BUKU KERJA PENGAWAS SEKOLAH” ini untuk memudahkan dan mengarahkan pengawas sekolah.

Silahkan download secara gratis di link ini dibawah ini :



Sumber : P2TK Badan PSDMP dan PMP Kementeri Pendidikan Nasional :2011






Kepala Sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme Guru dan Mutu Pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa Guru yang diberikan Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah/Madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang bersangkutan. Penilaian kinerja tersebut dilakukan berdasarkan implementasi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Kepala Sekolah/Madrasah perlu diberikan “BUKU KERJA” sebagai acuan/pedoman sehingga pelaksanaan tupoksi tersebut dapat efektif, efesien dan produktif.

Buku Kerja Kepala Sekolah/Madrasah ini dapat digunakan sebagai :

1.    Acuan/pedoman bagi Kepala Sekolah dan memudahkan dalam melaksanakan tupoksinya 
     sehari-hari secara rinci,
2.    Membantu Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerjanya, dan
3.  Acuan/pedoman bagi Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan dalam melakukan 
     pembinaan dan penilaian Kepala Sekolah,


Ruang lingkup Buku Kepala Sekolah ini terdiri dari :
a.     Pengertian Kepala Sekolah Profesional
b.    Tupoksi Kepala Sekolah, dan
c.     Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah


Untuk lebih memudahkan Bapak/Ibu Kepala Sekolah/Madrasah untuk lebih memahami dan memiliki buku ini silahkan download buku tersebut pada link di bawah ini :



Sumber : //Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
                    Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional
                    Tahun 2011

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget